PMR adalah suatu Organisasi
Remaja yang berada dibawah naungan PMI yang bertugas menolong sesama manusia
dan dipersiapkan untuk menjadi kader PMI dalam melaksanakan tugas dan mencapai
tujuannya.
B. Sejarah tentang PMR
PMR didirikan pada tanggal 1
Maret 1950 pendirinya Siti Dasimah dan Paramitha Abdulrahman, PMR dalam bahasa
Inggris adalah Junior Of The Red Cross dan dalam bahasa Prancis South Of The
Red Cross
C. Syarat-syarat menjadi
anggota PMR
- Warga Negara Indonesia
- Dapat menulis dan membaca
- Berusia 7 s/d 21 tahun
(belum menikah)
- Dapat persetujuan orang tua
- Sukarela atas kemauan
sendiri
- Sebelum menjadi anggota PMR
sanggup mengikuti pelatihan dan pendidikan kepalangmerahan
- Setelah menjadi anggota PMR
siap menjadi PMR sukarela
D. Keanggotaan berakhir
apabila
- Minta berhenti
- Meninggal dunia
- Dikeluarkan karena
jelas-jelas merugikan nama baik PMI khususnya dan PMR umumnya
Keanggotaan PMR dibagi menjadi
3 tingkatan
- PMR Mula ( Tingkat Sekolah
Dasar/Madrasah )
- PMR Madya ( Tingkat
SMP/Aliyah )
- PMR Wira ( Tingkat SMA/SMK )
E. Prinsip-prinsip
Kepalangmerahan
- Kemanusiaan
- Kesamaan
- Kenetralan
- Kemandirian
- Kesukarelaan
- Kesatuan
- Kesemestaan
F. Tri Bhakti PMR
- Meningkatkan ketrampilan Hidup Sehat
- Berkarya dan berbakti di masyarakat
- Mempererat persahabatan nasional dan internasional
OSIS
OSIS
adalah suatu wadah aspirasi siswa dan merupakan organisasi sah yang berada di
lingkungan sekolah. OSIS juga merupakan organisasi yang dibentuk untuk membantu
sekolah dalam pencapaian visi dan misi sekolah itu sendiri. Selain itu
juga OSIS merupakan organisasi yang menaungi dan berkerja sama dengan
ekstrakulikuler yang ada di sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan
minat dan bakat para siswa agar mampu berprestasi di sekolahnya.
Dan sudah pasti suatu organisasi itu memiliki susunan organigram tersendiri atau biasa disebut sebagai kepengurusan. Dengan kepengurusan OSIS ini para siswa dapat menyalurkan aspirasi – aspirasi nya untuk dapat ditampilkan di kegiatan – kregiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dengan persetujuan sekolah tentunya. Di OSIS itu sendiri juga kita dapat belajar sambil bermain sehingga mendapatkan ilmu yang lebih dari yang siswa –siswi yang ada di sekolah karena melalui organisasi kita dapat belajar banyak hal ,kita juga dapat mengenal banyak orang dan juga dapat melatih mental kita Banyak pengalaman – pengalaman seru yang di dapatkan melalui organisasi ini
Takmir
Di SMKN 1 Kediri terdapat banyak organisasi. Salah satunya adalah TA’MIR masjid. Pembina ta’mir tidak asal-asalan dalam mencari anggota. Karena semua anggota ta’mir dipilih tanpa coblosan seperti student council, tetapi dipilih sesuai dengan akhlaqnya, tapi belum tentu semua anggota ta’mir itu akhlaqnya mulia dan bagus. Dan tugas ta’mir itu berat dan harus bisa menjadi contoh teladan karena ta’mir berhubungan dengan tim agama.
Dalam kesehariannya seluruh siswa diwajibkan untuk menjalankan shalat wajib berjamaah dan juga shalat sunnah kecuali yang haid. Terutama ta’mir, tidak boleh sampai meninggalkan shalat wajib dan sunnah ataupun berbuat kejelekan yang bisa mencoreng nama baik ta’mir dan tim agama.
Selain itu ta’mir juga harus pandai membaca Al-qur’an dengan fashih. Tetapi masih ada anggota ta’mir yang belum lancar membaca Al-qur’an, dan sekarang masih dalam proses belajar mengajar.
Dan sudah pasti suatu organisasi itu memiliki susunan organigram tersendiri atau biasa disebut sebagai kepengurusan. Dengan kepengurusan OSIS ini para siswa dapat menyalurkan aspirasi – aspirasi nya untuk dapat ditampilkan di kegiatan – kregiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dengan persetujuan sekolah tentunya. Di OSIS itu sendiri juga kita dapat belajar sambil bermain sehingga mendapatkan ilmu yang lebih dari yang siswa –siswi yang ada di sekolah karena melalui organisasi kita dapat belajar banyak hal ,kita juga dapat mengenal banyak orang dan juga dapat melatih mental kita Banyak pengalaman – pengalaman seru yang di dapatkan melalui organisasi ini
Takmir
Di SMKN 1 Kediri terdapat banyak organisasi. Salah satunya adalah TA’MIR masjid. Pembina ta’mir tidak asal-asalan dalam mencari anggota. Karena semua anggota ta’mir dipilih tanpa coblosan seperti student council, tetapi dipilih sesuai dengan akhlaqnya, tapi belum tentu semua anggota ta’mir itu akhlaqnya mulia dan bagus. Dan tugas ta’mir itu berat dan harus bisa menjadi contoh teladan karena ta’mir berhubungan dengan tim agama.
Dalam kesehariannya seluruh siswa diwajibkan untuk menjalankan shalat wajib berjamaah dan juga shalat sunnah kecuali yang haid. Terutama ta’mir, tidak boleh sampai meninggalkan shalat wajib dan sunnah ataupun berbuat kejelekan yang bisa mencoreng nama baik ta’mir dan tim agama.
Selain itu ta’mir juga harus pandai membaca Al-qur’an dengan fashih. Tetapi masih ada anggota ta’mir yang belum lancar membaca Al-qur’an, dan sekarang masih dalam proses belajar mengajar.


0 comments:
Post a Comment